Denken Indonesia
Denken Indoensia

Jumat, 27 Desember 2013

Proses Mencuci Pada Laundry

Proses mencuci pada laundry dapat diurutkan menjadi tahapan sebagai berikut :

1. Penerimaan Cucian
  • Hitung jumlah helai cucian, baik kemeja, baju, celana dan lain-lain untuk menghindari selisih jumlah pakaian yang diterima
  • Lakukan pemerikaan kondisi cucian yang diterima, beritahukan kepada customer bila ada cacat pada cucian yang diterima, untuk menghindari keluhan.
  • Lakukan penandaan pada cucian ( tagging ) untuk menghindari tertukarnya cucian.
  • Kenali tanda / label pada pakaian, biasanya ada instruksi pencucian  dan jenis kainnya
  • Pisahkan cucian berwarna putih dan bukan
  • Pisahkan cucian luntur dan tidak luntur
  • Pisahkan cucian yang memiliki tingkat noda berat yang memerlukan penghilangan noda khusus ( spotting )
  • Periksa bagian kerah kemeja, lengan, bawah ketiak, ujung lengan, yang biasanya memerlukan pembersihan noda khusus.
4. Proses sebelum mencuci / pre wash
  • Proses ini dilakukan di dalam mesin cuci ataupun diluar mesin cuci, dengan cara perendaman sebelum masuk keproses pencucian utama, proses yang dilakukan antara lain :
  • Proses pemutihan dengan pemutih ( bleaching )
  • Proses mengextrak noda lemak dan minyak dengan emulsifier
  • Proses mematikan kuman dengan disinfectant
 5. Proses pencucian utama
  • Proses pencucian dengan menggunakan deterjen ditambah additive chemicals lainnya seperti alkali, emulsi, oxyboster, yang disesuaikan dengan tingkan kotoran cucian dan jenis bahan serta tergantung mesin cuci yang digunakan, mesin cuci otomatis atau mesin cuci manual
  • Proses pembilan ideal dilakukan sebanyak tiga kali sehingga kandungan alkali dan surfactant dapat dinetralkan, gunakan sour / neutralizer untuk membbantu proses pembilasan dan menurunkan pH menjadi netral.
  • Softener digunakan untuk melembutkan kain, dan membuat pakaian nyaman digunakan, selain itu, sifat pelembut yang asam juga membantu menetralkan pH pada serat kain, pH cucian yang tidak netral akan dapat meneyebabkan iritasi pada kulit.
  • Proses pengeringan yang baik adalah menggunakan mesin tumbler dryer / mesin pengering yang berputar agar pengeringan menjadi sempurna.
  • Jenis setrika yang digunakan serta pengetahuan cara menyetrika akan mempengaruhi kualitas hasil setrikaan pada kain, jenis kain yang berbeda membutuhkan perlakuan yang berbeda pula pada temperatur setrikaan yang digunakan serta setrikaan yang digunakan.
  • Pakaian yang bersih dan wangi adalah harapan dari semua customer, sentuhan pewangi pada proses finishing ini sangat diperlukan untuk membuat konsumen puas akan hasil cucian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar