Denken Indonesia
Denken Indoensia

Selasa, 30 April 2013

Fungsi Alkali dalam proses Pencucian

Banyak orang yang tidak mengetahui apa saja yang berpengaruh pada hasil laundry, kebanyakan orang hanya menggunakan Deterjen atau Detergent untuk mencuci sehari-hari, padahal untuk mendapatkan hasil cucian yang sempurna, penggunaan alkali tidak boleh dilupakan.

Dibawah ini kami jabarkan kenapa alkali itu memiliki fungsi yang besar dalam proses pencucian :

  1. Alkali dapat menetralisir kondisi asam dari air rencapan cucian 
  2. Alkali dapat mengendapkan ion-ion (muatan listrik) yang berada pada satu air cucian kotor sampai kedasar yang paling bawah
  3. ilkali berfungsi sebagai mediator yang bauk untuk mengurangi tegangan permukaan antara sabun dan minyak, sehingga keduanya dapat bergabung bekerja sama membersihkan noda-noda pada pakaian
  4. Alkali berungsi sebagai penambah kekuatan daya pembasah (wetting agent) pada air dan sabun, sehingga dapat dengan mudah dan cepat meresap kedalam serat benang pakaian yang dicuci
  5. Alkali dapat mencegah atau menahan hydrolisa dari sabun serta mencegah terjadinya asam sabun yang tidak memiliki kemampuan sebagai pembersih pakaian kotor
  6. Alkali membantu menghancurkan butiran atau gumpalan lemak atau minyak hingga dapat bercampur bersama menjadi halus dan mencegah bergabung kembali
  7. Alkali akan bergabung menjadi satu dengan lemak atau minyak sehingga menjadi sabun dalam satu proses pencucian.
  8. Alkali mengandung phosphate yang dapat bertindak sebagai penjernih dan menormalkan kadar kesadahan air
  9. Alkali membuat air cucian bersifat alkaline yang memang sangat disarankan dalam proses pencucian
  10. Alkali membantu menolak sisa kotoran kembali merekat pada kain
  11. Alkali mencairka lapisan kanji pada permukaan bahan yang dicuci sehingga memudahkan sabun masuk ke serat kain untuk mengangkat kotoran.

Denken memproduksi Alkali yang sangat cocok digunakan untuk Laundry Hotel dan Laundry Komersil yang memiliki orientasi  pada hasil yang maksimal dengan biaya efisien. Alkali yang diproduksi Denken memiliki merk dagang Laugenz, sangat efektif dan efisien membantu deterjen memaksimalkan daya bersih dan mengangkat kotoran pada kain. 

Senin, 29 April 2013

Fungsi Alkali

Fungsi utama alkali adalah membantu sabun (deterjen) menetralkan sifat asam setiap cucian kotor dan memudahkan sabun untuk meresap kedalam (wetting power) serat benang sehingga mudah membersihkan noda. 

Noda kotoran umumnya bersifat asam karena air mengandung larutan zat asam, oleh karena itu harus dinetralkan terlebih dahulu oleh alkali yang bersifat basa, bila tidak dinetralkan dulu langsung diberikan sabun, noda kotoran akan membentuk asam sabun (acid soap) yang akan mengurangi daya pembersih sabun itu sendiri yang berakibat pemakaian sabun menjadi boros.

Agar dapat menghasilkan cucian yang baik, kadar kesadahan air pada saat pemakaian alkali yang digabungkan dengan sabun harus mencapai pH 10 - 11 (kondisi basa), bila pH dibawah 10 hasil cucian tidak akan maksimal, noda kotoran tidak dapat dikeluarkan, diapungkan dan dilarutkan, yang menyebabkan cucian akan terlihat kusan dan keabu-abuan.

Khusus pencucian dengan noda berat seperti cook jacket, pakaian bengkel, lap dapur dan sejenisnya sebaiknya direndam dulu dengan air hangat yang diberikan alkali secukupnya.

Denken memproduksi alkali untuk laundry dengan merk dagang Laugenz, memiliki tingkat konsentrat tinggi sehingga cukup dengan dosis yang sedikit sudah mampu meningkatkan kadar kesadahan air hingga pH 10 - 11 yang sangat baik untuk proses pencucian. Alkali produksi Denken dikemas dalam satuan pail isi 20 liter ama terhadap serat kain sehingga linen hotel yang di cuci dapat terjaga tingkat keputihanya.

Jenis Alkali

Mari kita mengenal jenis-jenis Alkali, ada 2 jenis alkali yang dipergunakan dalam suatu proses pencucian, yaitu :

1. Alkali Murni ( basic alkali ), yang termasuk dalam jenis alkali ini adalah : Coustic Soda ( paling kuat ), Sodium Metasilicate, Sodium Sesquisilicate, Trisodium Phosphate ( banyak digunakan untuk pembatan detergen, karena tidak terpengaruh dengan kodisi air ), Sodium Orthosilicate, Soda Ash ( soda api, paling rendah agresifitasnya dibanding dengan alkali lainnya, dan Tetra Sodium Pyrophosphate.

Semua jenis alkali tersebut diatas mudah didapatkan di toko kimia, namun tidak disarankan untuk menggunakan langsung ke pakaian yang akan dicuci, karena dapat menyebabkan kerusakan bahan.

2. Alkali Campuran ( propriaetery alkali ), maksudnya adalah campuran dari beberapa alkali tadi 

Denken memproduksi Alkali dengan merk Laugenz, menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi sehingga pemakaian efektif dan efisien. Laugenz bila digunakan dengan dosis tepat dengan detergent akan mengjasilkan daya bersih yang luar biasa, linen putih akan terjaga tingkat keputihannya. Laugenz sangat cocok untuk laundry hotel, laundry komersil yang banyak mencuci linen putih dan memiliki standar hasil yang tinggi.


Minggu, 28 April 2013

Fungsi Deterjen

Dalam perkembangannya sabun dan deterjen ditambahi zat-zat lain yang berguna meningkatkan saya bersihnya, zat-zat tersebut antara lain :

Zat yang dapat memperlemah tegangan permukaan bahan yang dicuci, sehingga air dan wetting agent dapat dengan mudah meresap dan membasahi tekstil yang dicuci.

Optical Brightening Agent (OBA)
Zat ini dapat mengubah gelombang panjang sinar untraviolet yang tidak terlihat kasat mata menjadi terpantul dari bahan yang selesai dicuci sehingga tampak cerah, OBA mempunyai efek samping yang dapat mengakibatkan rusaknya ozone sehingga penggunaannya mulai dikurangi.

Zat yang dapat mencegah kotoran atau noda yang teah dikeluarkan deterjen menempel kembali.

Rust Proofing atau anti karat
Zat yang dapat mencegah karat yang terjadi karena adanya gumpalan lemak sabun dengan noda pakaian yang telah ditarik.

Fungsi deterjen dalam proses pencucian adalah mengeluarkan, mengapungkan, melarutkan serta mencegah noda kotoran tidak kembali menempel pada serat benang dan juga sebagai pembunuh bakteri.

Sabtu, 27 April 2013

Jenis Sabun Berdasarkan Muatan Ion Listrik

Jenis sabun dan deterjen berdasarkan muatan ion listrik dari zat pembasah (wetting agents) di kandungnya dapat dibedakan sebagai berikut :

Nonionic
Sabun atau deterjen yang dapat digunakan dalam segala jenis kondisi air (baik asam maupun basa) karena sabun atau deterjen ini tidak mempunyai ion uan bermuatan listrik. Zat jenis ini mudah menyerap kedalam serat benang dan dapat menghilangkan noda minyak dengan baik.

Anionic
Sabun atau deterjen yang hanya dapat digunakan pada kondisi kadar kesadahan air basa, karena ionnya bermuatan listrik negatif, sangat efektif pada suhu air panas.

Cationic
Sabun atau detergent yang hanya dapat digunakan pada kondisi kesadahan air asam, karena ionnya bermuatan listrik positif, sabun jenis ini memiliki daya bersih rendah.

Deterjen laundry Denken menggunakan ion listrik anionik dan nonionik, penggunaanya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Jumat, 26 April 2013

Fungsi Sabun atau Detergen

Untuk menghasilkan cucian yang berkualitas kita harus mengetahui dan memahami jenis sabun dan cara pemakaiannya, sabun yang kita kenal dan gunakan sehari-hari pada dasarnya dibuat dari perpaduan minyak kelapa atau minyak sawit dengan soda api, ini yang kita sebut sebagai sabun biasa. Sedangkan deterjen (detergent) adalah sabun tiruan (synthetic detergent) dimana semua bahan dasarnya dibuat dari beberapa jenis kimia tertentu. 

Sabun biasa hanya dapat bekerja sempurna dalam kondisi air yang juga baik ( pH normal ), sedangkan dalam kondisi pH air tidak normal, sabun biasa justru akan bercampur dengan unsur-unsur mineral yang terkandung dalam air tersebut, yang akan menimbulkan bayang-bayang (filming) noda kotor pada mesin dan bahan yang dicuci.

Secara umum sabun dibedakan sebegai berikut :

Sabun netral, yaitu sabun yang belum dicampur dengan alkali atau sodium, sabun jenis ini digunakan untuk mencuci pakaian yang memiliki tingkat kekotoran ringan atau yang warnanya mudah luntur. Untuk memperkuat saya bersih harus dibantu alkali.

Sabun berdaya bangkit (emulsifier), sabun jenis ini sudah ditambahkan alkali, banyak digunakan unruk mencuci pakaian dengan tingkat kotoran berat. Istilah emulsifier dimaksud adalah bahwa sabun jenis ini mempunyai kemampuan mengumpulkan lemak atau minyak dari serat benang dalam bentuk butiran yang selanjutnya dilarutkan air.

Zat ensim (enzyme), zat ensim adalah katalisator yang memiliki kemampuan menghancurkan dan melarutkan noda karbohidrat dan protein, zat ensim tidak boleh dicampur dengan alkali atau bleach yang kuat karena akan mengurangi reaksi dari zat ensim itu sendiri. Zat ensim bekerja efektif pada suhu 49 - 72 C, dan akan menguat 2 x lipat setiap kenaikan suhu 10 C. Zat ensim bila dicampur dengan deterjen dengan tingkat alkali moderat akan menjadi bahan pembersih yang kuat, dangat efektif membersihkan segala macam noda pada pakaian. Zat ensim yang umum digunakan dalam proses pencucian adalah :
  • Proteases, untuk melarutkan protein
  • Amylases, untuk melarutkan karbohidrat
  • Lipases, untuk melarutkan minyak
Denken produsen kimia laundry untuk laundry hotel, laundry komersial dan retail, memproduksi ketiga jenis sabun diatas yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan anda. Deterjen produksi Denken memiliki busa yang sedikit sehingga aman bagi mesin cuci dan lingkungan, alkali yang digunakan dicampur dengan komposisi yang pas membuat deterjen laundry Denken sangat efektif mengangkat noda pada kain dengan biaya pencucian yang efisien. 

Rabu, 24 April 2013

Suhu Air Untuk Mencuci

Selain kandungan dan pH air yang harus diperhatikan untuk mencuci, suhu air juga merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan untuk mendapatkan hasil cucian terbaik. Suhu air berdasarkan jenisnya yang digunakan untuk mencuci dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
  • Air dingin (cold water) suhu air 28 - 32 C
  • Air hangat (warm water) suhu air 40 - 50 C
  • Air panas (hot water) suhu air 60 - 80 C
Masing-masing suhu air tersebut perlu diperhatikan untuk menghasilkan cucian yang berkualitas tanpa menimbulkan masalah, penggunakan suhu air harus memperhatikan jenis warna bahan dan tingkat kekotoran cucian ( noda ringan, sedang dan berat).

Air yang bersuhu panas efektif digunakan untuk mencuci jenis cucian berwarna putih dan kotoran yang berat, air yang bersuhu hangat, efektif digunakan untuk mencuci cucian yang berwarna terang dan tingkat kotoran sedang hingga berat. Sedangkan air dingin efektif digunakan untuk mencuci cucian yang berwarna gelap dan tingkat kotoran ringan sampai berat.

Mencuci pakaian berwarna putih dengan menggunakan air yang bersuhu dingin tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, penggunaan kimia laundry harus lebih banyak dan noda yang ada tidak akan terangkat sempurna. 

Denken, sebagai produsen kimia laundry untuk laundry hotel dan laundry komersil, sangat memperhatikan kebutuhan konsumen, kami akan menyarankan penggunakan kimia laundry yang sesuai dengan kondisi infrastruktur laundry hotel atau laundry komersil yang ada, sehingga walaupun tidak memiliki sumber energi yang dapat menghasilkan air panas yang maksimum, hasil cucian laundry anda tetap akan maksimum.

Standart Air Untuk Laundry

Fungsi air dalam proses Laundry sangat penting, kondisi air yang jelek akan mempengaruhi hasil cucian dan penggunaan bahan kimia laundry, air yang baik untuk mencuci akan dapat menghemat kimia laundry. Secara umum masyarakat kita mengenal beberapa sumber air yang digunakan dalam proses mencuci, yaitu :
  • Air hujan
  • Air sungai
  • Air danau
  • Air laur
  • Air sumur atau mata air
  • Air olahan dari Perusahaan Air Mium atau air PAM
Selain air PAM, semua sumber air tersebut diatas mengandung berbagai jenis mineral yang larut kedalam air seperti : tembaga, besi, belerang, kapur, garam dan sebagainya, oleh sebab itu selain air PAM, air yang tersebut harus kita test kadar kesadahannya, apakah baik kita pergunakan untuk mencuci atau tidak, dengan mengetahui tingkat kesadahannya, kita dapat mengantisipasi kerugian yang dapat diakibatkan dari konsdisi air tersebut.

Kualitas air salah satunya diukur dengan jumlah kandungan mineral dalam air dan diukur dalam ppm (part per million), ukuran besarnya ppm akan menentukan baik buruknya kualitas air tersebut, yang dibagi atas :
  • 00 - 50 ppm : kondisi air layak minum (soft water)
  • 51 - 80 ppm : kondisi air agak layak (medium hard water )
  • 81 - 120 ppm : kondisi air jelek ( hard water )
  • > 121 ppm : kondisi air sangat jelek ( very hard water )
Kondisi air yang ideal untuk digunakan mencuci adalah soft water, yaitu air yang memiliki kandungan mineral < 50 ppm, bila kita menggunakan air yang memiliki kandungan mineral > 50 ppm, proses pencucian tetap dapat dilakukan hanya akan berakibat :
  • penggunaan kimia laundry akan semakin boros, 
  • pekaian putih akan menjadi kekuning-kuningan,
  • noda kotoran tidak dapat hilang, 
  • mesin cuci mudah berkarat,
  • dan lain-lain.
Faktor lain dalam air yang harus diperhatikan juga adalah banyaknya unsur kimia basa atau unsur kimia asam yang dikandung dalam air, air yang baik untuk mencuci memiliki angka pH 7 atau pH normal (sekitar pH 6,8 sampai 7,2 ), artinya air tidak asam atau basa. Air yang terlalu asam memiliki angka pH < 7, semakin kecil angka pH semakin asam kondisi air, sedangkan air yang mengandung basa memiliki angka pH > 7, semakin besar angka pH semakin basa kondisi air.

Denken, sebagai produsen bahan kimia laundry untuk hotel, laundry komersil konsumen, lebih mengutamakan hasil cucian dan efisisensi biaya, untuk itu kami akan terlebih dahulu menyarankan customer kamu untuk mengecek kondisi air yang akan digunakan untuk mencuci sehingga penggunaan kimia laundry dapat kami sesuaikan dengan kondisi air.